Friday, April 07, 2006

azab meremehkan neurologi


Beberapa bulan lalu, waktu stase Syaraf, seorang dosen gw sempet bilang, "Dalam hidupnya, seorang dewasa pernah mengalami migraine atau tension-type headache, setidaknya satu kali" I was so skeptical, that I said "Masa sih? I’m 22, and I’m okay anyway. Belum pernah rasain gituan."

Kesombongan gw berbuah beberapa bulan kemudian, tepatnya setelah seharian gw panas-panasan dan ujan-ujanan. Malemnya, waktu kerjain terjemahan, tiba tiba....kepalaku…rasanya mau..peciaahhh!! [secara Indy Barends]

Berbagai cara dan usaha dikerahkan, mulai dari kopi [yang sudah 72 jam gw abstinence], pijit-pijit kepala, minum asetosal 650 mg, dan satu tablet obat flu berisi parasetamol, difenhidramin dan CTM. Wah, udah asal-asalan tuh resep, gak sembuh juga.
Secara desperate, gw berhenti kerja. Dasar bandel, bukannya tidur malah baca komik dn nonton deadmatch-nya Reinkarnasi Indosiar [go Elda, go Elda, go!] Akhirnya selese Reinkarnasi, pasrah…. Mapan di tempat tidur dengan kepala berdenyut. Udah deh, minta tolong ama Sang Pencipta Kepala Gue dan Seisi Bumi.
"God, SOS!!! Rescue me…. Amen"
Dan somehow it worked, gw bisa terlelap dalam sepuluh menit.

Waktu bangun, benda pertama yang gw pegang adalah kepala gw. Dan, untunglah, kepala gw masih ada di tempatnya, belum copot ke mana-mana.
Hmm.. emang yang paling ngerti suatu benda, ya yang bikin benda itu sendiri. Thank God!

No comments: