Monday, April 02, 2007

they've been officially pimped

I’m taking you to see what few years and sophistication can do. Feast your eyes with exclusive photos of Kater in an episode of The Swan.

Dua wanita tuna rupa ini memang bikin gemes. Di sebelah kiri, Mia the Penguin, selalu tampil dengan baju gombrong tanpa menyadari bahwa badannya kurang tinggi 10 cm untuk semua pakaiannya, juga rambut tergerai layaknya Farida Pasha dalam Mak Lampir. Penampilannya membuat berbagai julukan diatribusikan padanya: Yu Beruk, Gelandangan, and even worse: Sampah. Di sebelah kanan, Arum Pranasari, dengan rambut keriting kongenital yang selalu diikat dan dibelah tengah. Selalu keluar rumah tanpa moisturizer [gila!]. Keadaan makin buruk dengan kecelakaan yang menanggalkan satu gigi molar di tengah atas [photos not available].

Dan beberapa tahun kemudian the Penguin turned out into this.

And this.

As for the Tompeyanese Celeng, she’s got more into fashion. Lebih hari ini.


Let’s move into another example, the local Andrea Sachs, my Upik Babu.

Liberalism and freedom of expression has turned this bocah desa dengan baju merek Niagara, into this.


What a blatant expression of his true self [?].

But less-dramatic changes occurred in these people below.

Gained many pounds in few years, and lost some phlegmatism. But he doesn’t really look different though.

As for this girl, she doesn’t seem to change at all.
Before:

After:

Well, in the end many things last long. Like my innocent look.

And us.

3 comments:

Anonymous said...

everybody's changing lah Dok!...getting better kan suatu keharusan...
lagian sapa yang tuna rupa! kalo g fotogenik mah iya...(ngaku aku kalo ini)
lagian dikau ini sok imut banget...amit-amit kaleeee.......
-mickeycute-

Anonymous said...

sebagai dokter omnituna (tuna rupa, tuna susila,tuna traktiran, etc) temannya omnivera n omniupik,kok ya kamu tega menyebut orang lain tuna rupa. plg nggak benar juga kata yg di atas (kamsudnya post di atas tu lo)everybody's changing lah.
liat aja foto ketiga. betapa seorang pria berbadan tinggi tegap telah bertambah berat dengan semakin memancarkan aura kedewasaan dan kewibawaannya.Huahahaaaa..
jangan sok imut dan culun lah. dah mo umur 24th, kok yo masih mmikirkan keculunan dan keimutan. ntar ditinggal pak sopir lg loh. Oopsssss...
tragedi itu untuk post berikutnya ya?! Sorry.. sengaja.

by beruang kutub
yang seorang dokter juga tp g perlu imut n culun.

Anonymous said...

keren! keren! sarkastik dikit baik koq buwat kesehatan asal jujur, toh it's a real sweet ending.
tebarkan terus virus2 tercela di dunia. semangath!!
keren keren keren ...
waktu deborah bilang post ini keren dan lucu, aku samasekali tidak menyangka bakal sekeren-sekali inih ...
life (and everythin in it) is indeed sumthing to thank for:)