Monday, April 18, 2005

Banyumas oh Banyumas Pt2

MINGGU BANYUMAS Pt2

Aaaargh! Sebel sebel! Sebel goreng ati! Harus pindah dari ruang koas Kunthul eh Kanthil yang senyaman hatinya Jogja (Jogja berhati nyaman gitu..) ke ruang koas tanpa peradaban. Picture this: tanpa tembok, tanpa beds, tanpa compie, tanpa TV dan tanpa AC (boro-boro AC, kipas angin aja ga ada). Cuma kursi dan meja buat naruh tas. Uuh… Hate it.
Ya…selamat datang di Bangsal Anggrek, tempat dirawatnya neonates alias bayi baru lahir. Di sinilah bayi-bayi mungil menghabiskan hari dengan rutinitas: nangis, pipis, eek, netek, bobok. Kok gak bosen ya mereka… (jelas gak lah, koasnya tampan ginih..)
Untuk pertama kalinya dalam hidup, aku gantiin popok bayi abis boker! Rekor Fear Factorku sebelumnya adalah gantiin popok keponakanku yang abis pipis. Di sini gw harus gantiin popok anak orang, yang ada bokernya terceprot di mana-mana bagaikan hotdog kelebihan mustard. Iyuuhhh…
Sedikit berita baik, kemaren Desy dateng dari jogja, dibawakannya rambutan pisang serta sayuran segala rupa yang diangkut dalam Starlet silver B 1031 RI-nya. Hore…bisa lancong lagi…thanx ya Des, kamu autogenic deh (keliatan cakep dengan auto). Kalo gw kan selalu-genic.
Hm…banyak yang kejadian di sini. Mulai dari peristiwa sentimentil yang menyentil saat menyaksikan bayi-bayi mengawali hidupnya di muka bumi yang penuh dosa, ayah-ayah yang menyuarakan adzan di telinga anaknya, tapi juga peristiwa getir saat orangtua2 harus dihadapkan pada kenyataan bahwa their newborns died. Serasa menyaksikan secara singkat the circle of life.
O-i-a, kami ke Purwokerto lagi, ngeliat beragam makanan impor ajaib yang never seen before. Trus ada juga makanan masa kecil gw semacam haw flakes dan swang heng alias manisan kulit jerux.
Kemaren gw juga potong rambut. RSU Banyumas emang ajaib, di dalemnya ada salon! Secara di sini panas banget dan gw udah sering bete gara2 bad hair days, kurelakan dikau rambut-rambut lucuku… Salonnya kecil ajah, tapi kapsternya 3. Yang satu ngelayani gw, yang satu main solitaire di komputer dan satunya bersihin tumpahan obat keriting yang ndledrek di lantai dan menebarkan aroma serupa kentut kadal ke penjuru ruangan.
"Kok bisa mambu kaya kiye,yak?",tanya mbak ngepel
"Kan ana bahan kimiane. Amoniak apa yak..", mbak komputer menimpali.
"Wah nek kaya kiye aku terima ora keriting wis.." kata mbak ngepel dengen sebel.
Setelah rambut Pantene-ku dikeramas dengan shampoo antah-berantah, dimulailah proses pemotongan. Pertama buka celana. Kemudian semprotkan lidokain… (lho, emang mau sunatan?)
Okeh, pokoknya gw berhasil potong rambut. Dan kalo emang dasar ganteng, rambut mau gimana juga tetep, ganteng.
Ya weiz..itu tadi paruh pertama minggu keduaku di Banyumas. Nantikan the rest of the week, tetap di simpleshak.blogspot.com

No comments: