Saturday, May 10, 2008

calon penghuni IRNA III Sardjito?

Alter ego gw balik lagi! Setahun lalu, gw beraksi jadi psikiater gadungan buat Beruang Hitam Prambanan, dan menyatakan bahwa dia beresiko terkena gangguan jiwa. Sekarang, giliran Om Anton lagi liburan buat mengurangi beban mentalnya [dan mengembalikan lingkar pinggangnya yang menyusut], kayaknya sekarang gw harus periksa diri gw sendiri. Meskipun udah lama ga pake jas dokter, I'll be applying the same test on me untuk ngeliat seberapa gede stressor hidup gw. Okay. Self assessment begins!

Perpisahan ama Penguin 65 [okay, ini mestinya marital separation, tapi anggap saja begitu]
Pindah pekerjaan 29
Penyesuaian usaha 39
Penghasilan berubah 38
Pindah pekerjaan 29
Perubahan lingkungan hidup 25
Perubahan kebiasaan 24
Perubahan jam kerja 20
Pindah rumah 20
Perubahan kegiatan rekreasi 19
Perubahan kegiatan sosial 18

Munyung!!! Skor gw adalah 326! Stressor tingkat tinggi! Haduh. Haduh. In the verge of losing my sanity! Untung gak ada faktor predisposisi fisik kaya Om Anton [hai Om! Tensi berapa sekarang?]. Musti cari-cari info asylum. Kalo bisa yang ada foodcourtnya, kolam renang ama tempat fitnes. [Mas, situ nyari RSJ apa hotel?]

Gw bagaikan Atlas yang memanggul bumi di punggungnya. Musti cari cara buat menyalurkan beban kehidupan yang mendera, lest a shrink will diagnose me using DSM-IV. Sayangnya, handjob is perverted. Sayangnya, melepas stress dengan belanja adalah vicious circle [abis belanja, menangisi dompet yang menipis]. Dan sayangnya, tempat katarsis favorit gw harganya mahal gila di Bandung. Gw nanya ke NAV yang di Pasteur Hyperpoint, per jamnya 27.500 belum termasuk pajak 15%. Bandingin ama di Jogja, 18.500, plus pajak jadi 20ribuan. Huhu.. Ga lucu kalo abis karoke musti puasa 2 hari. Takut kurus hehe. Padahal pengen nyanyi With You sambil bayangin Nguin... [I need you boo, gotta see you boo]

Jadi, pilihannya cuma ada 3. Pertama, cari metode katarsis lain. Misalnya, blogging, teriak-teriak di Lembang, ato lari telanjang di Dago. Kedua, cari tempat karoke yang lebih murah. [Haha, tetep....] Ketiga, jadi gila.

Thoughts, anyone?

Anyway, it's a little relief, that even at high risk of getting mentally ill, I'm still kinda cute. [Plak!!!!!]

3 comments:

Anonymous said...

mabok aj shak,
moke+jeruk nipis+lychee kalengan+fanta merah+es batu. mak NYUSSSSSSSSSS
mo a bawain?! hehehe

by
beruang kutub yang nyasar di flores

Anonymous said...

icak sayang...

aku lebih setuju kalo kamu pake metode katarsis yang disaranin om antun alias si beruang kutub...ya daripada lari2 telanjang di dago...
diliatin banyak orang...
itu besok konsumsi yang khusus buatku aja, oke?
hihihihih...

miss u so...

shak said...

Ha! Pacar yang mendukung saya minum! Uhuy!