Sunday, September 11, 2005

being picky?


Secara sederhana, kerjaan koas bisa diklasifikasi jadi 2: jaga bangsal (instalasi rawat inap) atau di poliklinik (instalasi rawat jalan).
Di poliklinik kita bisa ketemu banyak orang, pasien datang silih berganti. Datang, tanyain keluhannya, diperiksa, kasih obat, suruh pulang dah. Kalo emang masalahnya serius, barulah si pasien dikirim ke instalasi rawat inap. Ibaratnya relationship, poliklinik adalah tempat orang-orang ber one-night-stand.
Di bangsal, orang yang kita temuin gak sebanyak those at the polyclinic. Dan ketemuan kita ama pasien pun lebih intens, keadaan mereka dipantau hari demi hari, bahkan buat pasien-pasien yang gawat diawasin jam ke jam. Gak heran kalo lama-lama kita bisa ngerti karakter, kebiasaan pasien, bahkan keluarganya. Inilah long-term relationship.

Dan so far, gw ngerasa hidup gw juga gitu. Banyak orang yang gw kenal. Di kampus, di rumah, di mana aja. Tapi gak banyak yang berhasil lolos seleksi untuk kenal gw lebih dekat. Not being sombong, tapi gw emang dikenal milih-milih buat buka diri gw yang paling dalem.
Kalo sekedar buat have fun, buat kerja tim, kenapa enggak make friends as much as possible? Di sinilah ke-sanguin-an gw kepake.
Tapi when it’s time for private and confidential things ato untuk ‘relationship’, system seleksi gw baru activated. Inilah waktunya mengeluarkan sisi melankolik.
Makanya di profile Frenster gw tulis looking for friends aja. I don’t think I’m ready to be in a relationship with anyone I know from the net. Meskipun, it works for beberapa orang, salah satu contoh yang gw inget Denny Chasmala, si pencipta lagu yang nikah ama temen FSnya.
This blog juga sama. Jelas gw gak bisa nulis everything about me, there are lots that better left unsaid.
Herannya, itu orang-orang mau aja gitu ngomongin rahasia mereka ke gw. Temen-temen gw sering gak terima “Lu kok gitu banget sih, gak pernah mau ngomong what’s inside. Padahal kita kan udah mau curhat”
Hehe, sorry guys, inilah gw, terimalah gw apa adanya. Lucky are you guys to whom I’ve trusted myself enough. Thanks for everything.

No comments: