Friday, August 25, 2006

jadi escort sehari


Semuanya berawal dari sms yang berbunyi:
‘Saac, kondangane amin rais, mgg 6 agustus 06, j 10-12, bisa ga? Dress codenya pakaian bebas rapi.’


Secara memang sedang tidak harus berada di rumah sakit, dan penasaran bakal kaya apa hajatannya seorang Ketua MPR, gw sanggupin ajakan temen gw.

Pada hari H, bersiap-siap dengan dandanan standar ke pesta. Dress code tak jadi soal secara sehari-harinya gw memang selalu bebas dan rapi bahkan saat tidak berpakaian.
Janjian ketemuan di Gelanggang, lho GSP kok sepi? Di mobil gw nanya temen gw,
-set gaya bicara engkoh-engkoh penjual obat-
‘Emang kondangane di mana, ndak di GSP to?’
‘Di rumahe, Condong Catur, deket sing kita makan babi dulu tu lho’
‘Cukup pa?’
‘Sante wae, rumahe besar banget ok’

Setelah dapat tempat parkir dengan tidak sesulit yang gw bayangin, kami masuk.
Rasanya baru kali ini gw dateng ke hajatan di mana si empunya hajat tidak menerima amplop tapi hanya menerima kado. Hebat butul…

Gw sempat meronta-ronta ingin keluar arena karena melihat karangan bunga ucapan selamat dari Radja Band, sebelum akhirnya temen gw mengendalikan keadaan.
Tampak tamu dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak SMP/SMA entah dari mana asalnya, bule-bule, Wanda Hamidah yang cantik alami, hingga koas kedokteran nan tampan alami yaitu the you-know-who.

Abis ngantre dan bersalaman, waktunya makan meskipun gak laper-laper amat secara gw baru sarapan jam 8 pagi.
Mulai dari yang ringan dulu, mie goreng. Lanjut ke siomay. Lanjut lagi ke bite-sized pastries which turned out to be my favorite, dan entah apa saja lagi, hingga sejam kemudian kami berdua terduduk kekenyangan sebelum mengakhiri semuanya dengan dimsum.

Meskipun kenyang dan gratis, kami berdua tetep merasa pestanya terlalu sederhana buat seorang Amien Rais. Mungkin bakal dilanjutin di Jakarta? Entahlah. Yang jelas, setelah pesta beredar kabar di Fakultas Kedokteran Gigi bahwa Ishak Y Suryawan yang koas KU cakep itu adalah seorang escort. Waduh! Tapi boleh juga tuh idenya, gajinya lumayan buat karaoke.

Monday, August 21, 2006

Bahbedahbedebah



Gw udah lupa kapan terakhir kali gw post di Simpleshak. Gw hampir lupa kalo ada pengunjung2 setia yang selalu ingin tau what I’ve been up to [adakah?]. Lebih parah lagi, sepertinya sekarang gw perlu ikut kursus singkat cara mengelola blog supaya kembali ingat cara posting, secara sudah lima minggu gw di Bagian Bedah dan frekuensi online gw menurun. Ralat. Frekuensi tidak berkurang tapi durasi untuk berkutat dengan blog menyusut drastis. Jatah waktu bercinta dengan Simon the Computer pun berkurang, secara waktu lebih banyak gw alokasikan buat selesein refleksi kasus dan school matters lainnya. Atau menebus tidur yang terganggu selama jaga.

Tapi sejauh ini I’m doing okay.
Gak masalah harus datang jam 6 secara gw udah kebiasa selama di Interna.
Gak masalah harus keramas malam hari biar paginya gak repot keringin rambut.
Gak masalah harus berjalan kaki hingga 2-3 km keliling RS secara itu justru bakal bikin otot tungkai makin tajam dan menambah bekal gw doing catwalk sebagai model pro.
Gak masalah harus berdandan ekstra, secara hampir semua residen dan staf Bedah berkoromosom XY sehingga gw perlu berusaha supaya aura gw lebih terpancar dari mereka.
Gak masalah harus keluar duit ekstra buat makan di luar selama jaga, secara makanan ransum kadang hanya beda tipis dengan makanan penjara. [sebenernya masalah, ding!]
Gak masalah harus menyiksa jantung gw dengan gelas kopi kedua hampir setiap hari. [masalah juga, ding!]
Gak masalah harus beli sepatu lagi [hore!] secara gw cuma punya satu sepatu yang nyaman dipake buat menjelajah RS setiap paginya. Terneh mambu.
Gak masalah kalo mas penjaga gym kangen ama gw secara gw lupa kapan terakhir kali working out. [ya Tuhan, ampuni aku tidak menjaga anugerahMu berupa tubuh yang male-model-worth ini]
Gak masalah kalo free pass karaoke gw sampe hangus secara gw gak punya waktu bercinta dengan mic [wah, kalo ini sih masalah besar namanya!]

Well, pada akhirnya gw ngerasa tidak ada sesuatu pun yang salah dengan berada di Bagian Bedah, kecuali kenyataan bahwa as I finish my 10th week, I would have done my career di dunia perkoasan, and that SUCKS! Mungkin ini yang bikin gw ngerasa makin deket dan gak pengen keilangan temen-temen selelompok [plak! Bangun, Bang, kok jadi opera sabun…]. Gw jadi tau kenapa di stase terakhirnya kakak-kakak kelas gw banyakan maen daripada ke rumah sakit. Tapi kalo harus memilih antara selesai jadi koas atau harus tambah stase lagi, jelaslah jawabannya.
Baiklah penggemar-penggemarku yang budiman, doakanlah agar si tampan berbusana selalu padu ini bisa bertahan hingga garis akhir…

win a trip for Robbie williams' concert in Bangkok!



Pengen ikut kuis nonton konser Robbie Williams di Bangkok, tapi gak jadi.

Pertama, kuisnya pake SMS, @2000. Mending pulsa gw dipake buat hal-hal yang sedikit lebih penting seperti membuat janji berkaraoke atau ke kantin saat jam poliklinik.

Kedua, harus jawab pertanyaan seputar Softex, which is sama sekali tidak kumengerti, secara gw lebih ingin mengerti wanita daripada mengerti Softex.

Ketiga, dan yang paling penting, adalah bahwa kalo menang gw harus pergi ke Bangkok bersama Ada Band, yang buat gw termasuk salah satu penjahat yang harus diberantas dari industri musik Indonesia, dan tiap kali mereka bertanya ‘Haruskah ku mati karenamu?’, dengan senang hati aku akan berteriak ‘Ya!’

Lapen


Jerman boleh punya beer. Perancis boleh punya anggur. Tennessee boleh punya JD. Bali boleh punya brem. Dan konon Jogja punya lapen.

Belum sekalipun gw liat bentuk minuman ajaib ini, bahkan tidak di gudang tetangga sebelah gw yang jualan minuman khusus dewasa. Yang pasti, lapen berhasil mengirimkan dua pasien ke Unit Gawat Darurat.

Pasien pertama datang karena kecelakaan dan mengalami luka di bagian muka dan tungkai bawah hingga harus dijahit [hore! Saatnya beraksi]
Secara tingkah lakunya aneh dan agak berlebihan, gw tanya, ‘Mas, tadi abis minum?’
‘Iya, minum lapen’, jawabnya sambil terkekeh di hadapan ibunya. Ini menunjukkan salah satu sisi positif alkohol: menghindarkan orang dari tidak mengakui dosa bahkan di depan ibunya, juga sisi negatifnya: menyetir sambil mabuk membahayakan!

Pasien kedua datang dengan luka tusuk di punggung [njahit meneh… yeah!] gara-gara ngelewatin preman-preman kampung yang lagi nongkrong.
‘Dari mana emang malem-malem, Mas?’
‘Cari minum! Pengen cobain lapen, di Jakarta gak ada. Wah kapok gw, liburan ke Jogja pengennya seneng-seneng malah dapet ditusuk.’
Walah. Jadi ingin tau seperti apa rasa lapen. [Jangan deh, Bang! Mau jadi korban ketiga?]

Belakangan baru gw tau dari temen gw kalo lapen emang minuman oplosan tuak, jahe, rempah-rempah dan segala macam hingga perasa coklat atau strawberry [!!] yang biasanya dijual per teko. Konon kabarnya pengoplos lapen yang jitu ada di jalan Pajeksan. Begitu kata temen gw yang peminum jitu.

Hal lain yang gw ingat di Unit Gawat Darurat adalah saat seorang Kurniawan Dwi Yulianto yang pialang saham, atlet renang sekaligus penyanyi jazz itu datang mengantarkan seorang korban tabrak lari.
Dasar mbak-mbak pecinta sinetron tak pernah nonton berita olahraga, dia gak tau kalo ksatria berbaju zirahnya adalah salah satu selebriti sepakbola Indonesia. Sampe-sampe Kurniawan perlu memperkenalkan diri ama si mbak, ‘Saya Kurniawan, Mbak, yang main di PSS.’
‘Penting ya?’ [kata si mbak dalam hati]
Si mbak baru menyadari pentingnya seorang Kurniawan saat bokapnya dateng dan terkesima , ‘Lho, Mas? Yang maen bola itu to?’
Dan si mbak pun hanya bergumam, ‘oh, terkenal to…’
Ya Tuhan, jagalah hatiku supaya jika ku terkenal nanti aku masih bisa buka hati buat orang-orang sekitar meskipun belum tentu mereka mengenali wajah tampanku. Amin.


Thursday, July 20, 2006

double the capacity

Hp sdr. Sudah selesai diperbaiki di SONY ERICSSON MANGKUBUMI 67 JOGJA. Silahkan diambil dgn membawa RO putih, kartu garansi dan kuitansi pembelian. Senin-sabtu jam 9-5, minggu jam 10-3. info lengkap hubungi 552706. thx.

The great expectation has come to an end. Setelah menanti hampir 6 bulan [dari 2 bulan yang dijanjikan], Sony Ericsson mengirimkan SMS untuk menyelesaikan tanggung jawabnya dengan menukar J200i gw yang terkena stroke dan tewas mendadak dengan sebuah handset baru gres dengan tipe sedikit di atasnya, J210i.

Berakhirnya penantian dengan manis ternyata menyisakan beberapa hal yang menyesakkan. Pertama, tidak adanya lagi alasan untuk ke Graha Sony Ericsson Mangkubumi dan ketemu mbak-mbak cakep. Kedua, it’s time to say goodbye kepada Motorola C380 bokap yang sudah dengan setia menemani selama gw menduda tanpa henpon. Why should it be so bad? Adalah karena berat rasanya melepaskan hampir 100 SMS dan segala kenangan di dalamnya. [sejak kapan gw jd melankolis, Bang?]

Karena berbagai alasan, salah satunya karena kurang kerjaan, gw recap semua saved messages, and I can classify into groups.

SMS yang bikin ngakak:
Suwe ora jamu, jamu campur susu, suwe ora ketemu, ketemu pisan marai nafsu… diciptakan oleh adikku.
Telah ditemukan seotang ratyu kentut. Siapa lagi klo bkn eminul!! Moso ngakak sekaligus ngentut saisine metu sisan!
Hei kentut! Ak br bli pulsa ni. Pa kbr lo? Acr ultah tgl 22 bgs jg. Km d smoothing y? kt hlb km ky om rambut palsu. Ak si cantik yg tak palsu
Ak ra kna ca2r, tp kna CMV (Cantik Mnarik Virus)
Ye..abang kli yg kngen ma None Cntk!Kl aye sih kngen ma abang yg suka ksh coklt, tp g kngen ma abang yg tklang kntut!


SMS yang potentially bringing me to tears, secara it reminds me that I’m not alone to bear my cross:
Hoi mnsia gua..gmn msh piling blue? Mndng ntn pilem blue.. :p Mog2 ms bkabung nasionalmu sgr brkhr & kmbl k jln Tuhan.
Knp, mslh koas? Santai aja. Lagian klo km mrs sll ttmpr, tp kmu mlh smkn down ap gunany tmprn itu. Ayo bjuang!!
It’s 6 days to my wedding day. I can’t believe it!-dipotong- Tar kl tb2 lo nemu gw jd org yg lo sbl, inget2 kgokilan qt deh –dipotong-Thx u 4 give me all that miracle things in our friendship. And it’ll always be mine to keep. Luv ya my pal


SMS yang kasih gw alasan to stay alive, secara gw jadi tau kalo ada gunanya gw hidup:
Ak depresi bgt. Mungkin aku calon p’huni Irna4.
Ak skrng bnr2 mengerti. Tnyata **** memang bajingan. Ak stress bgt.
I miss u all, guyz
Bp n ibuku lg marahan. Mreka pisah ranjang dah 2 mlm. Brsan ibuku pergi membawa bj2nya. Ak ga bs melarangnya. Sore ini ak mau blk jogja lg. di rmh ga betah.
Nyet, yg bls sms td lu kan? Kok bda? Rd2 wise gt :p
Smalem ak mimpi ada yg ngomong klo aku hrs slalu bbuat kbaikan spt yg tlah kulakukan. Percaya klo disitulah bait2 allah berada


SMS yang made one of my dream came true:
Shak, km mau gak ikut ngband dg aku, Agit, Hangky, dll? Ntar km kjatah jd vokalis ni…
Kabar bgs! Mnrt ceklis juri, poin Espulso plg tinggi.
Meski kacau, tp krn maennya sulit, tetep dpt nilai tinggi kali y?
Sabtu siang j14 ceksound difakultas. Kita giliran prtama. Malemny j22 lat trakir di Salaza. Bw kaset miniDVny yo Shak. Jaga ksehatan dan stamina prend, oke?! Mg sukses!
[mak...anak band nyuruh gw jaga kesehatan. wakaka..]

SMS yang shows that friendship is a rocky road to walk yet ends sweet.
Semalem kmu ga serius ma omonganmu kan? Kmu bcanda kan? Terus terang aja, lately aq lg gampang sensi bgt. Sori yak lo ternyata aq cuma ganggu waktu kmu

SMS yang mengubah sejarah
Mamahku udah dipanggil TUHAN sak. Doain ya.
Ishak, aku ada kbr buruk. Ternyata ada kista di perutku. Jd mgg dpn operasi. Temenin and doain ya. Thankyu!


The good news is that this SE J230i contains up to 200 messages, means bakalan makin banyak messages kept.


my favorite things


Salah satu lagu paling catchy dalam sejarah perfilman adalah lagu minor tentang hal-hal kesukaan berjudul Few of My Favorite Things dari the Sound of Music that goes like:
Raindrops on roses and whiskers on kittens
Bright copper kettles and warm woolen mittens
Brown paper packages tied up with strings
These are a few of my favorite things


Cream colored ponies and crisp apple streuddles
Doorbells and sleigh bells and schnitzel with noodles
Wild geese that fly with the moon on their wings
These are a few of my favorite things

Lagu ini was later been remixed dengan menganut paham materialisme oleh the Big Brovaz menjadi:
Buy me diamonds and rubiesI'm crazy bout Bentley's
Gucci dresses and drop top compressors
Wine me and dine me
Bring those platinum rings
Those are a few of our favorite things

And here are few of mine:
Blue jeans jaman SMU yang luntur di tempat yang tepat. Sejenak menghentikan aktivitas di rumah sakit untuk secangkir kopi krim dingin dengan banyak es batu. Mandi air panas dengan dengan shower gel yang mengandung ekstrak yoghurt [bilang aja Biore Pure Mild, susah amat] and applying tons of body lotion thereafter. Telur sunny-side up with sprinkles of pepper. Sosok eksotis Shanty dengan kulit coklat, rambut panjang, gigi sedikit tonggos dan potongan badan yang just right meskipun tidak bernyanyi dengan sempurna. Menyaksikan finalis Idol yang tidak kusuka dieliminasi. Porsi dobel sawi hijau pada mie ayam. Anything Vanilla-scented. Menghabiskan voucher di rumah karaoke dengan menyanyikan banyak lagu bernuansa rock. Watching my Mom and Dad hug and kiss. Salad buah dan sayuran dengan limpahan dressing dan taburan keju. Bau hujan. Fridge-cooled Coke pas lagi haus-hausnya. Pipis di kolam renang as everybody does. SMS bokap bertuliskan 14 angka PIN voucher pulsa. Directing, or being in a photo-session or short movie. Kaki wanita indah dengan celana jins pendek. Knowing that people loves my cooking. Sendirian di elevator berdinding kaca. Buku Curhat komunitas, apapun itu. Rantai penggantung dompet. Pujian you-look-great yang tidak selalu datang meskipun I do always look great. Knowing that I lost few pounds. Getting a self-design T-shirts for free. Bernyanyi keras-keras sambil berkendara di tengah hujan dengan jas hujan. Rum-center-filled pralines. Menangis di tengah hujan [walah, Everly Brothers amat..]. Novel anak-anak non-Harry Potter. Shake coklat kental dengan sedikit gula I make myself. Getting comments in blog. Menelpon atau mengirim SMS dengan henpon adek tanpa bilang-bilang. Uluran tangan Mama dengan uang di genggaman. The fact that some guys said ‘Have you been working out?’ instead of saying hellos. Knowing that I got a bar of chocolate in my postman-bag to save me from hunger. Tidur di perut Om Anton [ndul ndul] beralaskan karpet di Sekret. Bakso Pak Slamet. Fotoku di Buku Angkatan. Ditengok teman selagi sakit. Makan ayam kuah jahe Mama di malam yang hujan. Dipijat di M-Spot [massage-spot]. Kebun binatang. Rambut slurut-slurut smooth hasil smoothing. Menari rame-rame dengan iringan lagu That Thing You Do. Jam-filled donuts. Menerima uang piutang yang telah lama dinanti. Tidur tanpa busana dengan selimut. Kaos atau kemeja putih pas badan with or without print. Creeping around the house hanya dengan celana dalam. Taburan parmesan melimpah pada pizza. Makan di RM Padang dengan kebun raya sayuran hijau memenuhi setengah piring dan banyak kuah rendang hingga si Uda melirik tidak rela. Mikrofon dan segala kegunaannya. My idol-worth innocent with a touch of rock voice. My people-said-resembles-Raul Gonzales’ nose. Spending hours ‘til dawn writing or designing.

a hermaphrodite

I’ve always been known as a hermaphrodite untuk urusan musik. I grew up with Bon Jovi, Guns n Roses, as well as Whitney Houston, bahkan NKOTB. Gw juga bisa suka Jamie Cullum, John Legend, Robbie Williams dan Kanye West bersamaan. Atau Anggun, Black Eyed Peas dan INXS sekaligus. Maliq n the Essentials dan Saint Loco. Atau Kungpow Chicken dan Bali Lounge.
Dan sekarang, 5 album yang paling sering terdengar di speaker gw juga campur aduk.


1. Red Hot Chili Peppers/Stadium Arcadium.
Anthony Kiedies and the gang emang gak ada matinya. Dua puluh delapan lagu! Saya perjelas dengan angka, 28 lagu digeber habis dalam 2 CD! Semua dengan kocokan gitar John Frusciante yang khas RHCP [yang malah terdengar nge-funk daripada nge-rock]. Bass Flea yang tak tergantikan. Juga vocal yang focus dan harmonisasi sempurna [Inke, siapa bilang nyanyi focus harus dengan punggung tegak? Tanya Om Kiedies…] Sayangnya, beberapa lagu terdengar serupa. Selain itu, mabok dengernya. 28 lagu, jo… Tapi tetep, gw bergoyang [dengan goyangan yang beda dengan saat mendengarkan Black Eyed Peas tentunja].
Best Cuts : Dani California, Snow, Hump de Bump.

2. Pink/I’m Not Dead
Absent beberapa tahun dari industri musik tidak membuatnya mati. Pink is back, tetap dengan suara yang berkarakter kuat dan lirik yang menantang. Menurut gw tidaklah berlebihan kalo secara musikal album ini gw sejajarkan dengan Breakaway-nya Kelly Clarkson, tapi dengan lirik yang lebih dewasa. Dalam beberapa hal Clarkson tampak dan terdengar seperti rockstar-wannabe [kaya gw dong?], sedangkan image dan suara Pink memang bad girl banget. Dengan warna musik beragam, album ini cepat nyantol di telinga, meskipun gw gak yakin Pink bakal meraih Grammy as Clarkson did. Tapi gw gak sendiri, secara Men’s Health dan Movie Monthly juga menyatakan album ini patut dipuji. [Mas, mas, itu kan bukan majalah musik?!]
Best Cuts : The One that Got Away, I’ve Seen the Rain, Dear Mr. President.

3. Simon Webbe/Sanctuary
Seperti gw jelaskan di beberapa post sebelumnya, Mr. Webbe adalah salah satu guilty pleasure gw. Tapi dengan penuh kerendahan hati gw cabut segala hujatan gw, secara album ini enak bener didenger buat mengakhiri hari setelah seharian pontang-panting kesana kemari. Ademm..
Best Cut : After All This Time, No Worries, Star.

4. Corrine Bailey Rae/self-titled
Lagi-lagi satu penyanyi yang tidak gw cintai pada pandangan dan pendengaran pertama. Video Put Your Record On yang menampilkan Corrine bersepeda santai layaknya dalam rangka 17an tidak cukup memesona gw. Setelah denger Just Like A Star di radio, baru gw klepek-klepek. Keren… Corrine menyanyi dengan apa adanya dan sepenuh hati, seperti penyanyi wanita Irlandia lainnya: Dolores Riordan of the Cranberries and Andrea Corr of the Corrs. Indikasi album ini sama dengan Sanctuary-nya Simon: meredakan kepenatan setelah seharian gila-gilaan. Seperti semangkuk es campur jeruk nipis di tengah panasnya Taman Medika. [apa maksude iki?]
Best Cut : Just Like a Star, Enchantment

5. Nelly Furtado/Loose.
Menghilang beberapa tahun untuk menikah dan beranak membuatnya kembali dengan musik yang berbeda dari album-album sebelumnya. Si cewek biasa-saja sudah berubah menjadi wanita seksi dengan nuansa diva. Bahkan badan dan rambutnya di video Maneater Madonna banget. Konon perubahan image dijalani untuk bersaing dengan popstars lulusan Mickey Mouse Club [baca: Britney dan Christina]. Padahal tanpa merubah image pun album ini punya nilai plus dengan digunakannya berbagai instrumen dan dimasukannya akar Portugal dalam beberapa lagu. Beberapa bagian mengingatkan gw pada Mama Madonna dan Teteh Gwen Stefani. I predict, setidaknya album ini masuk nominasi Grammy [kecuali di Amrik sono berkeliaran artis-artis wanita lain yang tidak diedarkan musiknya di Indonesia].
Best Cut : Afraid, Promiscous, No Hay Igual


Yang jelas, sehermaprodit-hermaproditnya gw, never was Josh Groban, Charlotte Church nor Kahitna on my playlist. Never was and never will be.
O-i-a, 3 single yang sudah menyita perhatian gw dan kayaknya albumnya bakal jadi my fav adalah Muse’ Super Massive Black Hole, Aguliera’ Ain’t No Other Man, dan Dashboard Confessional’ lupa judulnya.